Parepare — Upaya merawat sejarah perempuan Sulawesi Selatan kembali dilakukan KOPRI PKC PMII Sulawesi Selatan melalui penyerahan buku Kiprah Perempuan dalam Peradaban Sulawesi Selatan oleh dua perwakilan penulis kepada Dinas Perpustakaan (Disperpus) Kota Parepare yang berlangsung di Gedung Panrita Perpustakaan Umum BJ Habibie, Jl. Pinggir Laut, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Rabu (19/8/2026).
Buku tersebut diserahkan langsung kepada Kepala Bidang Layanan, Pengolahan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Disperpus Kota Parepare, Sri Wahyuni Yusuf, S.H. Juga turut hadir Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Masyarakat Disperpus Kota Parepare, Ilham A., S.Kom., M.M.
Sekretaris KOPRI PKC PMII Sulawesi Selatan, Nur Jamilah Ambo, mengatakan penyerahan tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap karya KOPRI sekaligus memperkenalkan sejarah dan kiprah perempuan Sulawesi Selatan kepada publik.
“Kami datang dengan maksud menyerahkan buku karya kader-kader KOPRI Sulsel kepada Perpustakaan BJ Habibie, buku ini merupakan ikhtiar kami untuk menghadirkan kembali cerita tentang perempuan-perempuan Sulawesi Selatan yang memiliki kiprah besar dalam peradaban,” ujar Jamilah.
Salah satu penulis buku dari cabang KOPRI Parepare, Aisyah Djauhar, menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan bunga rampai kisah para tokoh perempuan yang penting untuk kembali dibaca oleh generasi muda karena menyimpan nilai perjuangan, pemikiran, dan keteladanan “Buku ini berisi bunga rampai tentang kisah pergerakan dan pemikiran tokoh-tokoh perempuan Sulawesi Selatan yang patut kita teladani sebagai generasi muda,” kata Aisyah.
Kepala Bidang Layanan, Pengolahan, dan Pelestarian Bahan Perpustakaan Disperpus Kota Parepare, Sri Wahyuni Yusuf, S.H., menyambut baik kunjungan dan penyerahan buku tersebut.
Ia menilai buku karya kader KOPRI memiliki nilai penting bagi perpustakaan karena menghadirkan pembahasan mengenai perempuan Sulawesi Selatan yang masih relatif jarang ditemukan dalam koleksi buku lokal.
“Terima kasih atas kunjungan sahabat KOPRI PMII ke Perpustakaan BJ Habibie. Kami menerima buku ini dengan bangga hati. Ini akan menjadi nilai penting bagi perpustakaan karena dapat menjadi bahan bacaan berharga yang masih jarang dibahas oleh buku-buku lokal,” ujar Sri Wahyuni.
Buku tersebut selanjutnya menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan Umum BJ Habibie. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan alternatif bahan bacaan bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh sejarah, pemikiran, dan perjuangan perempuan Sulawesi Selatan.
Kepala Disperpus Kota Parepare, Drs. H. Ahmad, M.Si., turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi KOPRI PKC PMII Sulawesi Selatan dalam memperkaya koleksi perpustakaan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada KOPRI PKC PMII Sulawesi Selatan atas kontribusinya dalam memperkaya koleksi Perpustakaan Umum BJ Habibie. Buku ini tidak hanya menjadi tambahan koleksi, tetapi juga merekam gagasan, perjuangan, dan kiprah perempuan yang penting untuk diketahui oleh generasi sekarang dan yang akan datang,” ujarnya.
Buku Kiprah Perempuan dalam Peradaban Sulawesi Selatan merupakan hasil kolaborasi sepuluh kader KOPRI dari sejumlah cabang di Sulawesi Selatan. Mereka adalah Nur Jamilah Ambo dari Kota Parepare, Eka Paramita dari Bone, Yuliana dari Gowa, Adriana dari Bone, Sanawiah dari Enrekang, Rosmayanti dari Kota Palopo, Aisyah Djauhar dari Kota Parepare, Syamsinar dari Sidrap, Fitri dari Barru, dan Andi Tenri Wuleng dari Gowa.
Kehadiran buku ini memperlihatkan bahwa gerakan kaderisasi juga dapat melahirkan kerja-kerja intelektual yang berangkat dari persoalan di sekitar. Sejarah lokal kemudian tidak berhenti sebagai cerita yang diwariskan secara lisan, tetapi dapat diolah menjadi pengetahuan tertulis yang dapat dibaca dan dipelajari lebih luas.
Penyerahan buku kepada Perpustakaan Umum BJ Habibie menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses tersebut. Dengan masuknya karya tentang perempuan Sulawesi Selatan ke ruang perpustakaan publik, cerita mengenai perempuan daerah memiliki kesempatan lebih besar untuk dikenal oleh masyarakat, terutama generasi muda. (KPR)