Skip to Content

Sekolah Kader Kopri Resmi Dibuka, Kopri PKC Sulsel Siapkan Kader Menjadi Pemimpin dan Agen Peradaban

June 27, 2026 by
Sekolah Kader Kopri Resmi Dibuka, Kopri PKC Sulsel Siapkan Kader Menjadi Pemimpin dan Agen Peradaban
Korps PMII Putri Sulawesi Selatan
| No comments yet

Barru – Korps PMII Puteri (Kopri) PKC PMII Sulawesi Selatan menggelar Sekolah Kader Kopri (SKK) di Baruga Petta Adae, Gedung Mal Pelayanan Publik Kabupaten Barru, sebagai upaya memperkuat kaderisasi perempuan yang berorientasi pada kepemimpinan, intelektualitas, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan yang mengusung tema "Kopri Sulsel Merawat Perempuan, Tradisi, dan Transformasi Peradaban" ini diikuti kader Kopri dari berbagai cabang di wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, di antaranya Parepare, Barru, Pangkep, Polewali Mandar (Polman), serta sejumlah cabang lainnya.

Ketua Kopri PKC PMII Sulawesi Selatan, Wahyuni Ayu Safitri, mengatakan bahwa Sekolah Kader Kopri merupakan investasi organisasi dalam menyiapkan perempuan-perempuan yang mampu mengambil peran strategis di masa depan.

"Sekolah Kader Kopri yang mengusung tema Kopri Sulsel Merawat Perempuan, Tradisi, dan Transformasi Peradaban ini kami harapkan dapat melahirkan kader-kader perempuan yang di masa depan bisa menjadi bupati, ketua lembaga pemerintahan, anggota DPR hingga presiden," ujar Ayu saat memberi sambutan.

Menurut Wahyuni, perempuan harus dipersiapkan sejak dini melalui proses kaderisasi yang berkelanjutan agar memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, serta kepekaan terhadap persoalan sosial. Ia menilai organisasi mahasiswa memiliki peran penting dalam menciptakan ruang belajar yang mampu mengasah kemampuan tersebut.

Tidak hanya mencetak pemimpin organisasi, SKK juga diharapkan menjadi ruang lahirnya perempuan yang mampu memengaruhi kebijakan publik dan menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat. Hal ini dinilai penting mengingat partisipasi perempuan dalam ruang pengambilan keputusan di Indonesia masih terus membutuhkan penguatan, baik di bidang politik, birokrasi, maupun sektor publik lainnya.

Mewakili Ketua PKC PMII Sulawesi Selatan, Ramli, menyebut hadirnya SKK sebagai bagian dari proses regenerasi yang akan menentukan kualitas kader perempuan PMII pada masa depan. "Hadirnya Sekolah Kader Kopri menjadi jembatan menuju kaderisasi perempuan yang mampu melahirkan generasi hebat di masa yang akan datang," katanya.

Ia menjelaskan bahwa kaderisasi bukan sekadar proses menyampaikan materi, melainkan membangun karakter kepemimpinan, integritas, dan keberanian untuk terlibat dalam penyelesaian berbagai persoalan bangsa.

Senada dengan itu, Mabinda Kopri PKC PMII Sulawesi Selatan, Nasra Hasse, mengingatkan bahwa keberhasilan kaderisasi tidak cukup diukur dari banyaknya peserta yang lulus, tetapi dari dampak yang mampu mereka berikan kepada masyarakat. "Keluaran SKK, mula-mula harus menjadi agen perubahan, yang selanjutnya bisa menjadi agen peradaban," tegasnya.

Menurut Nasra, agen perubahan adalah mereka yang mampu menghadirkan solusi atas persoalan di lingkungannya. Sementara agen peradaban memiliki tanggung jawab yang lebih besar, yakni melahirkan gagasan, nilai, dan karya yang memberikan pengaruh bagi perkembangan masyarakat dalam jangka panjang.

Sementara itu, Bendahara Kopri PB PMII, Zumrotun Nafisah, mengajak seluruh peserta untuk menjadikan sejarah perempuan Sulawesi sebagai sumber inspirasi dalam membangun kepemimpinan. "Saya harap SKK di Barru kali ini dapat melahirkan perempuan inspiratif seperti Colliq Pujie yang merupakan penyalin naskah terpanjang di dunia, yakni Sureq La Galigo," ujarnya.

Pesan tersebut mengingatkan peserta bahwa perempuan Sulawesi Selatan telah memiliki jejak sejarah yang kuat dalam bidang intelektual. Colliq Pujie dikenal sebagai bangsawan perempuan dari Kerajaan Tanete yang berperan besar dalam pelestarian manuskrip Sureq La Galigo, salah satu karya sastra terpanjang di dunia. Berkat upayanya, warisan budaya Bugis dapat terus dipelajari hingga saat ini. 

Mengangkat tema tentang perempuan, tradisi, dan transformasi peradaban, Sekolah Kader Kopri tidak hanya diarahkan untuk membentuk aktivis organisasi, tetapi juga perempuan yang mampu menjaga identitas budaya sekaligus menjawab tantangan zaman.

Melalui forum kaderisasi ini, Kopri PKC PMII Sulawesi Selatan berharap lahir perempuan-perempuan yang memiliki kapasitas intelektual, keberanian memimpin, serta komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat. Dengan demikian, cita-cita bukan sekadar menjadi harapan, melainkan target yang dipersiapkan melalui proses kaderisasi yang sistematis dan berkelanjutan. (JML)


Sekolah Kader Kopri Resmi Dibuka, Kopri PKC Sulsel Siapkan Kader Menjadi Pemimpin dan Agen Peradaban
Korps PMII Putri Sulawesi Selatan June 27, 2026

Share this post

Archive

Sign in to leave a comment