Skip to Content
  •  +6285397047901
gemakopri
  • Sign in
  • SAPA KOPRI
  • Home
  • News
  • Opini
  • Profil
  • Pos Pengaduan
  • Katalog Buku
gemakopri
      • Home
      • News
      • Opini
      • Profil
      • Pos Pengaduan
      • Katalog Buku
    •  +6285397047901
    • Sign in
    • SAPA KOPRI
  • All Blogs
  • News
  • Meretas Jalan Regulasi: KOPRI PKC Sulsel Gelar FGD Perancangan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
  • Meretas Jalan Regulasi: KOPRI PKC Sulsel Gelar FGD Perancangan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak

    July 5, 2025 by
    Meretas Jalan Regulasi: KOPRI PKC Sulsel Gelar FGD Perancangan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
    Korps PMII Putri Sulawesi Selatan
    | No comments yet

    Makassar – Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Sulawesi Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Dari Realitas Menuju Regulasi: FGD Partisipatif Penyusunan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak” pada Sabtu, 5 Juli 2025, di Aula LAN RI Provinsi Sulawesi Selatan.

    Kegiatan ini dihadiri oleh ketua-ketua cabang PMII se-Sulawesi Selatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Selatan, DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, aktivis KOPRI lintas generasi, serta perwakilan IPPNU Provinsi. FGD ini bertujuan untuk mengidentifikasi persoalan nyata di lapangan terkait kekerasan berbasis gender dan perlindungan anak, serta mendorong penyusunan kebijakan daerah yang berpihak pada perempuan dan anak.

    Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada Ketua LAN RI Sulsel dan Ketua Mabinda KOPRI atas dukungan fasilitas kegiatan. Ia menegaskan bahwa FGD ini merupakan upaya konkret KOPRI dalam berpihak pada perempuan dan anak, bukan hanya dalam wacana, tapi dalam regulasi nyata.

    Ketua KOPRI PKC Sulsel, Wahyuni, dalam sambutannya menekankan bahwa forum ini adalah bentuk kolaborasi perjuangan yang nyata. “Sejarah tidak akan berdialog ke depan jika kita masih membiarkan kekerasan seksual, pernikahan dini, dan KDRT terjadi tanpa perlawanan. Perempuan masih menjadi isu pelengkap dan belum memiliki otoritas penuh atas dirinya. Diskusi ini kita pastikan tumbuh menjadi regulasi,” tegas Wahyuni.

    Ia menambahkan bahwa regulasi yang berpihak pada perempuan hanya dapat ditempuh melalui kolaborasi lintas sektor. “KOPRI hadir untuk mendorong kebijakan yang pro terhadap perempuan. Harapan saya, diskusi ini mendorong realitas menuju regulasi,” tambahnya.

    Sementara itu, sambutan dari PKC PMII Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Sekretaris PKC, Trigosal Ariadi, turut menyampaikan apresiasi kepada PC PMII Kota Makassar atas kontribusinya dalam menyukseskan kegiatan. “Hadirnya FGD bukan sekadar seremonial, tapi langkah penting dalam menggagas regulasi yang berpihak. Hilangkan pandangan bahwa perempuan tidak punya andil. Hari ini, perempuan sudah turut andil dan tak bisa lagi dipandang sebelah mata,” ujarnya.

    Kegiatan FGD ini sekaligus menjadi momentum pembukaan ruang partisipatif antar generasi perempuan muda untuk bersama-sama menembus batas menuju kebijakan yang inklusif dan transformatif.


    in News
    Meretas Jalan Regulasi: KOPRI PKC Sulsel Gelar FGD Perancangan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
    Korps PMII Putri Sulawesi Selatan July 5, 2025

    Share this post

    Our blogs

    • Opini
    • News
    • Puisi
    • Curhatan

    Archive

    Sign in to leave a comment

    Baca Konten Lainnya


    See all
    Your Dynamic Snippet will be displayed here... This message is displayed because you did not provide both a filter and a template to use.
    Copyright © 2025 - Kopri PKC PMII Sulsel
    Powered by Odoo - Create a free website